https://828bet.club/

4 Alasan Kenapa Internet di Indonesia Mahal & Lemot

Hari ini anda  dikejutkan oleh peretasanikasi  situs web sah  provider ternama negeri ini. Halaman sah  Telkomsel tidak suka  untuk produk hal hal   , justeru  menemukan  caci maki soal harga internet yang tinggi. Hacker yang menjebol  sangat luar biasa. Bahkan pasca- sampai berjam-jam setelahnya, situs  resmi Telkomsel belum normal kembali. Seperti biasa, aksi ini menuai pro dan kontra. Ada yang menyindir “mau kualitas baik namun  pelit bayar“, tapi tidak sedikit  juga yangmenyokong  aksi hacker karena dirasakan  menyalurkan aspirasi anda  semua. Maklum saja, tarif internet Telkomsel memang mahal. Yah sekalipun  jaringannya memang stabil sih. Mengesampingkan harga paket internet Telkomsel yang dirasakan  mahal dan dibagi-bagi untuk sekian banyak  layanan (seperti HOOQ dan VIU), harga internet di Indonesia memang relatif mahal sih. Bukan melulu  itu, kecepatan internetnya juga ingin  lambat. Sampai akhir tahun 2016, kecepatan internet rata-rata kita melulu  4,5 Mbps, masih didatangiinternet global yaitu  5,9 Mbps. Sedih memang. Sementara Korea Selatan memiliki  Wear 5G, di sini masih tidak sedikit  yang ngos-ngosan gunakan  3G. Jadi, mengapa  sih internet Indonesia itu ingin  lambat (dan mahal)? Yuk simak pembahasan  828bet Berita & Fitur kali ini.

1. Koneksi internetusan  infrastruktur yang mahal. Ini pun  yang memulai  koneksi anda  lamban Untuk meluangkan  jaringan internet, pasti  perlu infrastruktur yang memadai. Mulai kabel sampai  tower dan hal-hal beda  yang nggak dapat kita membingungkan sebagai orang awam. Nah, untuk membina  infrastruktur yang canggih  ini pasti  biayanya pun  nggak sedikit. Karena itu juga, kurangnya sarana  internet dan  lamban. Karena jumlah warga Indonesia masuk masuk lima besar terbanyak di dunia, pemakai  internetnya juga tinggi. Tanpa dibarengi infrastruktur yang mencukupi  ya jadinya lemot deh.

2. Mahalnya ongkos  infrastruktur dan diprovokasi  oleh berbicara geografis kita. Wilayah Indonesia yang berbukit-bukit & berlembah-lembah memang lumayan  menantangTerus mengapa  infrastrukturnya nggak memadai? Banyak sebabnya. Salah satunya adalah  faktor kedalaman Indonesia dan infrastruktur lainnya. Kesalahpahaman  perusahaan penyedia internet mau menegakkan  menara baru, tentu butuh  akses ke sana. Nah apakah jalan ke sana sudah dapat dilalui menggunakan proyek? Apakah energi listriknya telah  memadai? Sayangnya, tidak sedikit  lokasi di Indonesia yang memang masih minim infrastruktur. Hanya guna  membangun kenyamanan  internet butuh ongkos yang lebih tinggi lagi. Ini pun  yangmenciptakan  tarif internet perwilayah  atau penyedia dapat  berbeda. Karena ongkos  pembangunan dan pemeliharaan infrastrukturnya pun  berbeda.

3. Mengakses situs  luar negeri pun  butuh ongkos  lebih.  di Indonesia Anda  terbiasa dengan Google, Facebook, Twitter, dan InstagramMembuka Google, Youtube, dan sekian banyak  situs media sosial internasional telah  menjadi keseharian. Website-website itu  servernya sedang di  luar negeri. Guna guna  ambah ke sana, dan  butuh ongkos lebih. Oleh tipstek, guna  melayani koneksi internasional ini biayanya mahal, 1 Mpbs saja dapat  100USD. Ironisnya, harga server lokal pun ternyata relatif lebih mahal sebab  jarak dan luas guna  mengakses internet. Karena sadar, tidak sedikit dari pengusaha digital, situs lokal yang memilih guna  pakai server luar negeri. Mahal lagi deh biayanya.

4. Selain biaya operasional dan infrastruktur, ada juga Biaya Hak Penggunaan Frekuensi yang lumayan tinggi. Mungkin inilah yang membebani

Biaya Hak Penggunaan Frekuensi (BHPF) adalah biaya yang harus disetor kepada pemerintah untuk setiap penggunaan frekuensi, entah itu internet, radio, ataupun televisi. Saat ini, BHPF termasuk sumber pendapatan negara yang sangat potensial lho. Nilainya pun nggak kecil. Seperti Smartfren yang harus membayar Rp242 M untuk 3 tahun. Sementara PT Telkom harus membayar trilyunan untuk tahun 2010. Besarnya BHP ini ditentukan juga oleh kapasitas bandwidht masing-masing provider. Nah barangkali karena modal yang nggak sedikit itulah yang membuat harga internet kita cenderung mahal.

Yah meskipun masih termasuk  lambat dan mahal, tapi pertumbuhan percepatan internet Indonesia cukup  tinggi lho. Yang jelas kamu  jauh lebih beruntung dibanding penduduk  Korea Utara yang cuma dapat  buka 28 situs  yang dibolehin sama Kim Jong Un saja?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *